Kelezatan Ikan Sungai: Primadona Pasar Besar Palangka Raya yang Tak Lekang oleh Waktu
Pasar Besar Palangka Raya, sebuah pusat aktivitas ekonomi yang berdenyut sejak dini hari, terus menjadi saksi bisu kegemaran masyarakat lokal terhadap salah satu hasil alam terbaiknya: ikan sungai. Meskipun modernitas menawarkan beragam pilihan protein, pesona ikan air tawar dari sungai-sungai di sekitar Palangka Raya tetap tak tergoyahkan, menjadikannya pilihan utama bagi warga untuk hidangan sehari-hari.
Pada Selasa pagi (20/1/2026), suasana di Jalan Jawa, jantung Pasar Besar Palangka Raya, terlihat begitu hidup. Aktivitas jual beli tak hanya ramai, tetapi juga padat. Pasar yang akrab disapa pasar subuh ini membentang dari kawasan Jalan Seram hingga Jalan Jawa, dan kesibukannya dimulai jauh sebelum matahari terbit. Hingga pukul 06.00 WIB, denyut nadi pasar masih terasa kencang, dengan pengunjung yang silih berganti memenuhi setiap sudutnya. Arus kendaraan di sekitar lokasi pun bergerak perlahan, menyesuaikan ritme kegiatan warga yang berburu kebutuhan pokok.
Di tengah deretan lapak yang menjajakan aneka kebutuhan pangan seperti sayuran segar, buah-buahan musiman, dan berbagai bahan pokok lainnya, lapak yang khusus menjual ikan sungai menjadi magnet tersendiri. Baskom-baskom berisi ikan-ikan segar seperti Baung, Lais dalam berbagai ukuran, hingga Saluang tertata rapi, menjadi bukti nyata bahwa ikan sungai masih menjadi buruan utama warga.
Keistimewaan ikan sungai di pasar ini bukan hanya pada ragamnya, tetapi juga pada kesegarannya. Beberapa ekor Ikan Baung bahkan masih terlihat menggeliat hidup di lapak pedagang. Proses pembersihan baru dilakukan setelah ada pembeli, dan pedagang pun siap melayani permintaan pelanggan untuk memotong ikan sesuai selera. Ini memberikan nilai tambah yang signifikan, memastikan pembeli mendapatkan ikan yang benar-benar segar dan sesuai kebutuhan.
Meskipun tersedia berbagai alternatif sumber protein seperti tahu, tempe, ayam, dan daging sapi, ikan sungai tetap memegang posisi istimewa di hati masyarakat Palangka Raya. Kelembutan dagingnya, cita rasanya yang khas, serta kemudahannya diolah menjadi berbagai masakan lezat menjadikan ikan sungai sebagai pilihan yang tak tergantikan.
Daftar Harga Ikan Sungai di Pasar Besar Palangka Raya:
- Ikan Baung: Rp 70.000 per kilogram. Ikan ini menjadi favorit banyak orang berkat dagingnya yang lembut dan serbaguna, cocok untuk digoreng, dibakar, maupun diolah menjadi sup atau gulai.
- Ikan Lais:
- Ukuran sedang: Rp 80.000 per kilogram.
- Ukuran besar: Rp 100.000 per kilogram.
- Ukuran kecil: Rp 60.000 per kilogram.
Ikan Lais menawarkan tekstur daging yang kenyal dan rasa yang gurih, menjadikannya pilihan populer untuk digoreng renyah.
- Ikan Saluang: Rp 40.000 per kilogram. Ikan kecil ini seringkali diolah dengan cara digoreng hingga kering dan renyah, cocok sebagai lauk pendamping nasi hangat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga ikan sungai di Pasar Besar Palangka Raya cenderung stabil. Fenomena ini cukup menggembirakan bagi para pedagang maupun pembeli, mengingat stabilitas harga sangat berpengaruh pada kelangsungan aktivitas jual beli.
Ashana (43), seorang pedagang ikan sungai yang telah lama berjualan di pasar ini, mengungkapkan bahwa minat pembeli terhadap ikan sungai tetap tinggi. “Untuk harga masih segini saja. Yang paling banyak dicari baung, karena dagingnya lembut dan gampang dimasak, mau digoreng, dibakar, atau dibuat sayur juga enak,” ujarnya dengan ramah saat ditemui di lapaknya. Penjelasannya menyoroti daya tarik utama ikan baung yang membuatnya selalu menjadi primadona.
Selain ikan sungai, beberapa pedagang juga menawarkan komoditas laut yang tak kalah menggoda, seperti udang tiger. Udang jenis ini dibanderol dengan harga yang lebih tinggi, mencapai Rp 200.000 per kilogram, menunjukkan perbedaan segmen pasar dan jenis produk yang ditawarkan.
Lia (35), salah seorang pembeli, mengaku konsisten memilih ikan sungai sebagai lauk utama untuk keluarganya. “Hari ini beli ikan lais, mau digoreng. Dari dulu memang lebih suka ikan sungai,” tuturnya sambil memilih ikan di lapak Ashana. Pengakuannya mencerminkan loyalitas konsumen terhadap kualitas dan rasa ikan sungai.
Suasana di lapak ikan sungai memang selalu semarak. Antrean pembeli yang datang silih berganti, suara tawar-menawar yang khas, teriakan pedagang yang menawarkan dagangan terbaik mereka, serta deru kendaraan yang melintas perlahan, semuanya bersatu padu menciptakan harmoni khas pasar tradisional. Pasar Besar Palangka Raya, dengan segala hiruk pikuknya, terus membuktikan bahwa ikan sungai bukan sekadar lauk pauk, melainkan bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner dan gaya hidup masyarakatnya.



















