Remaja Terduga Pelaku Pencabulan Empat Bocah di Serpong Utara Masih Diperiksa Intensif
Tangerang Selatan – Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang remaja berinisial EZ sebagai terduga pelaku terhadap empat bocah di sebuah kontrakan di kawasan Serpong Utara, Tangerang Selatan, masih terus bergulir. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap EZ, sembari berupaya mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak untuk merangkai kronologi lengkap peristiwa kelam ini.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, mengkonfirmasi bahwa EZ telah diamankan dan menjalani serangkaian pemeriksaan mendalam oleh penyidik. “Terduga pelaku saat ini telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik,” ujar Boy pada Sabtu (21/2/2026).
Menurut Boy, penyusunan kronologi dugaan pelecehan yang dialami oleh keempat korban masih dalam proses. Hal ini melibatkan pengumpulan keterangan dari berbagai saksi dan pihak terkait. “Sementara korban lebih dari satu, untuk kronologi pelecehan masih dilakukan pemeriksaan mendalam,” tambahnya.
Keempat korban yang diduga menjadi sasaran pelecehan adalah anak laki-laki. Tiga di antaranya telah diketahui inisialnya, yaitu A (11 tahun), I (5 tahun), dan M (3 tahun). Mereka adalah anak kandung dari pelapor, seorang ibu bernama H. Sementara itu, satu korban lainnya adalah anak dari tetangga yang identitasnya belum terungkap.
Keterangan awal dari pelapor, H, mengungkapkan bahwa anak-anaknya menjadi korban pencabulan di sebuah kontrakan di wilayah Serpong Utara. Yang lebih memilukan, terduga pelaku EZ ternyata adalah tetangga korban dan masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga korban.
Modus Operandi dan Ancaman Terhadap Korban
Para korban diduga tidak berdaya melawan pelaku karena adanya ancaman. Hal ini terungkap ketika kasus ini mulai terbongkar pada awal Februari 2026. Pemicu awal terbongkarnya kasus ini adalah pemanggilan orang tua murid oleh pihak sekolah untuk memberikan penjelasan terkait kejadian yang dialami oleh dua anaknya.
Awalnya, H mengaku tidak memiliki kecurigaan sedikit pun ketika anaknya mengeluh sakit pada bagian anus. Ia sempat menduga keluhan tersebut hanya masalah pencernaan atau bahkan sembelit. Namun, rasa sakit yang dialami sang anak terus berulang selama beberapa hari, yang akhirnya menimbulkan kejanggalan.
Di lingkungan sekolah, para guru korban mulai merasa curiga ketika melihat adanya luka kemerahan di bagian leher salah satu korban. Dari situlah, korban akhirnya mengaku dan menceritakan perlakuan tidak pantas yang diterimanya dari pelaku.
Lebih lanjut, para korban juga menyebutkan bahwa mereka sempat diberi minuman yang diduga telah dicampur dengan sesuatu sebelum kejadian pelecehan berlangsung. “Katanya disuruh minum obat dicampur minuman,” tutur H, menirukan pengakuan anaknya.
H menambahkan, berdasarkan keterangan yang ia dengar, anaknya yang berusia 5 tahun telah mengalami pelecehan lebih dari satu kali oleh pelaku. Pelaku juga menggunakan ancaman untuk membungkam para korban. “Katanya kalau berontak dibekap badannya, terus diancam jangan sampai bilang ke orang tua,” ujarnya dengan nada prihatin.
H menekankan bahwa anak-anaknya yang masih sangat kecil tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari tindakan keji tersebut. “Dicubit saja dia sudah takut. Apalagi diancam,” kata H lirih, menggambarkan kerapuhan anak-anak di bawah ancaman kekerasan.
Sebelum melaporkan kasus ini secara resmi ke Polres Tangerang Selatan, H mengaku sempat mencoba mendatangi keluarga terduga pelaku untuk meminta penjelasan. Namun, upayanya tersebut tidak mendapatkan respons yang baik.
Harapan Pelapor Terhadap Proses Hukum
Dengan penuh harap, H memohon agar aparat kepolisian dapat menuntaskan kasus ini secepatnya. Ia menginginkan kepastian hukum yang adil bagi para korban dan berharap pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap anak dan pentingnya peran serta masyarakat dalam melaporkan segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk mengumpulkan bukti dan keterangan demi terciptanya keadilan bagi para korban. Proses pemeriksaan intensif terhadap terduga pelaku diharapkan dapat segera mengungkap seluruh tabir misteri di balik dugaan pencabulan yang menggemparkan warga Serpong Utara ini.
















