No Result
View All Result
Subscribe
  • Login
  • Register
batampena.com
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature
batampena.com
No Result
View All Result
Home politik

Respons Indonesia: Serangan AS-Israel ke Iran

Hidayat by Hidayat
14 Maret 2026 - 03:28
in politik
0

Serangan besar-besaran Israel bersama Amerika Serikat ke Iran, yang dilaporkan menyebabkan gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, beserta beberapa pejabat lainnya, memicu gelombang reaksi dan keprihatinan mendalam di Indonesia. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan terbesar hingga pengamat kebijakan luar negeri, menyuarakan pandangan dan harapan mereka terkait respons pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Respons Organisasi Keagamaan di Indonesia

Nahdlatul Ulama (NU), sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 95 juta pengikut, telah mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh warganya untuk melaksanakan salat membaca doa Qunut Nazilah. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepedulian umat Islam Indonesia terhadap eskalasi konflik yang memanas di Timur Tengah akibat agresi militer AS-Israel ke Iran.

  • Melalui Qunut Nazilah, warga NU diajak memanjatkan doa agar Allah SWT memberikan keselamatan kepada masyarakat sipil yang terdampak, serta menghadirkan perdamaian dan keadilan di kawasan tersebut.
  • Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), turut menyampaikan keprihatinannya dan berharap ketegangan bersenjata ini tidak berlarut-larut serta tidak menimbulkan dampak yang luas secara global.
  • Sebelumnya, PBNU juga telah mengecam serangan Israel ke Iran pada 13 Juni lalu, menyebutnya sebagai ancaman yang sangat berbahaya bagi kemanusiaan, keamanan, dan stabilitas internasional.

Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia dengan lebih dari 60 juta jiwa pengikut, turut mengecam serangan AS dan Israel ke Iran.

  • Mereka memandang serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia, hukum internasional, dan pengabaian terhadap keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
  • Selain kecaman, Muhammadiyah juga menyampaikan rasa keprihatinan dan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dan korban lainnya.
  • Muhammadiyah menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas kepada AS dan Israel atas pelanggaran yang dilakukan.
  • Mereka mendorong PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera mengambil langkah-langkah konkret mengakhiri kekerasan dan mencegah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
  • Organisasi ini juga mengajak Iran dan negara-negara Arab untuk saling menahan diri dan mengedepankan dialog, serta menyerukan kepada seluruh pihak untuk menciptakan perdamaian dan mengecam segala bentuk tindakan semena-mena yang menyebabkan kerusakan peradaban.


Majelis Ulama Indonesia (MUI), sebagai wadah musyawarah para ulama dan cendekiawan Muslim Indonesia, mengutuk keras serangan Israel dan AS ke Iran.

  • MUI menyatakan bahwa serangan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ketertiban dunia, serta menegaskan bahwa setiap bentuk agresi yang melanggar kedaulatan negara lain harus dihentikan.
  • MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
  • Organisasi ini menduga adanya motif strategis di balik serangan tersebut, yaitu untuk melemahkan posisi Iran di kawasan dan membatasi dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
  • MUI mendesak AS dan Israel untuk menghentikan serangan ke Iran, karena bertentangan dengan Pasal 2(4) Piagam PBB, dan menyerukan PBB serta OKI untuk mengambil langkah maksimal menghentikan perang serta menghormati hukum internasional.
Baca Juga  Presiden Venezuela Ditangkap: Sidang di AS Terancam?


Pandangan Lintas Agama

Tidak hanya organisasi Islam, pilar-pilar keagamaan lain di Indonesia juga menyuarakan keprihatinan dan pandangan mereka.

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), yang mewakili sekitar 80% umat Kristen Protestan Indonesia, menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangan tersebut.

  • Sekretaris Umum PGI, Pendeta Darwin Darmawan, menyatakan bahwa serangan ini merusak peradaban dan menginjak martabat manusia, serta berpotensi menimbulkan krisis global jika tidak ada upaya deeskalasi.
  • Ia menekankan bahwa serangan tersebut merupakan pelanggaran HAM dan martabat kemanusiaan, karena warga sipil selalu menjadi korban dalam perang.
  • PGI mendoakan dan menghimbau para pengambil kebijakan untuk mengedepankan dialog, menjunjung tinggi peradaban, serta menghindari sentimen keagamaan yang dapat mempertebal polarisasi.
  • Darwin mengingatkan bahwa beragama yang benar seharusnya membuat nurani terluka melihat sesama manusia dihancurkan oleh kekerasan senjata.

Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN), melalui Wakil Ketua Umumnya Chandra Setiawan, menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan peperangan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan universal.

  • MATAKIN mengecam keras segala bentuk agresi militer dan kekerasan, karena peperangan hanya membawa penderitaan bagi rakyat sipil.
  • Dalam perspektif Khonghucu, menyakiti satu orang sama dengan menyakiti seluruh umat manusia, apalagi jika meluas menjadi konflik antarbangsa.
  • Solusi atas perselisihan harus ditempuh melalui dialog dan diplomasi yang mengedepankan kebajikan, bukan kekuatan senjata.
  • Chandra menghimbau seluruh umat untuk menjaga persatuan dan kerukunan di tengah perbedaan dukungan politik luar negeri, serta mengedepankan ajaran Zhong Yong (jalan tengah) untuk bersikap moderat.
  • Ia juga berharap agar doa dan harapan perdamaian segera terwujud, serta masyarakat yang terdampak konflik diberikan ketabahan dan perlindungan.
  • Chandra menekankan pentingnya mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, fokus pada upaya kemanusiaan, serta menghindari provokasi dan ujaran kebencian, sebagai wujud nyata dari ajaran Xiao Ti (rasa kasih sayang dan persaudaraan).


Hingga berita ini ditayangkan, BBC masih menunggu tanggapan dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta organisasi Buddha Indonesia (Walubi dan Permabudhi).

Baca Juga  Prabowo Bertemu Raja Charles III & PM Starmer: Fokus Ekonomi & Maritim

Sikap Pemerintah Indonesia dan Harapan Masyarakat

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menyatakan penyesalannya atas kegagalan perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer di Timur Tengah.

  • Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri, mengedepankan dialog dan diplomasi, serta menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara.
  • Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog dan bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi, apabila disetujui oleh kedua belah pihak.
  • Peningkatan ketegangan di Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia. Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat.

Namun, pandangan terhadap kapasitas Indonesia sebagai mediator terbagi. Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit, menilai Indonesia belum memiliki kekuatan yang cukup untuk menjadi penengah antara kedua kubu yang berperang. Ia berpendapat bahwa Indonesia sebaiknya fokus pada penyelesaian masalah domestik terlebih dahulu sebelum mencoba terlibat dalam konflik internasional yang kompleks.

Di sisi lain, pengamat Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Yulianti Sulaeman, berpendapat bahwa pemerintah Indonesia seharusnya mengambil sikap yang lebih tegas berdasarkan hukum internasional. Ia menekankan bahwa serangan AS dan Israel ke Iran dilarang dalam Pasal 2 Piagam PBB, dan Indonesia tidak seharusnya menempatkan kedua kubu setara tanpa melihat siapa pelaku dan siapa korban.

Darwin dari PGI menambahkan bahwa pemerintah Indonesia, meskipun memiliki pertimbangan geopolitik dan ekonomi, pada titik tertentu harus berani bersuara ketika nilai-nilai kemanusiaan dilanggar, bahkan jika itu melampaui kepentingan ekonomi atau geopolitik.

MUI juga mendesak pemerintah untuk mengambil sikap yang lebih tegas, termasuk mempertimbangkan kembali keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (BoP) yang dinilai tidak efektif. Pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, Anwar Abbas, turut mengkritik keputusan Presiden Prabowo bergabung dalam BoP, yang menurutnya dapat mengurangi kepercayaan rakyat.

Kondisi Internal Iran dan Perspektif Warga

Situasi di Iran sendiri menunjukkan adanya perpecahan pandangan di kalangan masyarakat.

  • Dalam sebuah laporan BBC, sejumlah warga Iran di kota-kota besar seperti Teheran dilaporkan mendukung serangan AS, dengan harapan agar Republik Islam hancur, bahkan jika harus mengorbankan diri.
  • Di sisi lain, pengumuman tewasnya Ali Khamenei disambut dengan aksi demonstrasi besar di seluruh Iran, di mana para pelayat berkumpul di pusat-pusat kota untuk menyuarakan kesedihan dan mengutuk AS serta Israel.
Baca Juga  Keenan Nasution Gugat Royalti Vidi Aldiano: Tanggung Jawab Waris

Perpecahan pandangan ini, menurut pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Yon Machmudi, berakar dari Revolusi Iran tahun 1979 yang menggulingkan rezim monarki yang pro-Barat dan menggantinya dengan republik Islam. Hal ini menciptakan dua kubu historis: loyalis rezim sekuler pro-Barat dan loyalis rezim Islam saat ini.

Mantan Dubes Iran, Dian Wirengjurit, mengamati bahwa pendukung serangan AS cenderung berasal dari kalangan anak muda perkotaan yang terpapar informasi Barat, sementara di pedesaan, warga cenderung menentang serangan dan mendukung Khamenei. Ia memperkirakan mayoritas warga Iran mendukung pemerintahan Khamenei dan menentang serangan tersebut, karena mereka merasa kebutuhan dasar seperti pangan, sandang, gas, air, dan listrik terpenuhi oleh negara. Dina Sulaeman dari Unpad menambahkan bahwa kelompok yang merayakan kematian Khamenei sebagian besar adalah diaspora Iran yang meninggalkan negara tersebut pasca-Revolusi Iran.

Analisis Nasib Iran ke Depan

Masa depan Iran pasca-serangan dan kematian pemimpin tertingginya masih menjadi subjek analisis.

  • Proses Negosiasi: Jika negosiasi antara AS dan Iran mencapai kata sepakat, rezim Khamenei mungkin tetap berkuasa namun di bawah intervensi Barat.
  • Perang Berlanjut: Jika konflik terus berlanjut tanpa kesepakatan, ada kemungkinan warga Iran turun ke jalan untuk mengambil alih pemerintahan, bahkan berpotensi meruntuhkan sistem Republik Islam secara keseluruhan.
  • Ketahanan Rezim: Dian Wirengjurit berpendapat bahwa serangan tersebut tidak akan mengubah Iran secara fundamental. Rezim Islam Iran memiliki akar dan fondasi yang kuat dalam masyarakat, dan sistem pemerintahan yang tertata rapi memungkinkan adanya mekanisme suksesi yang jelas ketika pemimpin tertinggi meninggal.
  • Sistem yang Kuat: Dina Sulaeman juga melihat bahwa serangan dan kematian Khamenei tidak akan mengubah sistem Republik Islam Iran, karena pemerintahan tidak bergantung pada satu figur tunggal. Iran memiliki mekanisme pemilihan presiden, parlemen, dan dewan ulama yang terstruktur.
  • Persiapan Suksesi: Para ulama dan komandan berpengaruh di Iran telah lama bersiap menghadapi kemungkinan meninggalnya Khamenei. Laporan menyebutkan bahwa Khamenei sendiri telah memerintahkan Majelis Ahli untuk siap menghadapi segala kemungkinan dan telah menunjuk calon penggantinya.

Di tengah situasi ini, serangan AS dan Israel ke Iran dapat menjadi pelajaran bagi Indonesia untuk terus memperkuat kemandiriannya. Kemandirian bukan hanya dalam hal pertahanan militer, tetapi juga dalam pemenuhan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya. Sebuah negara yang mandiri akan lebih kuat, disegani di dunia internasional, dan mampu memainkan peran yang lebih signifikan di kancah global.

  • Editor: Riko A Saputra
  • Redaktur Pelaksana: Erwin
Temukan Berita Lainnya

Baca Juga

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama
Batam

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

29 April 2026 - 19:01
Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna
Batam

Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

29 April 2026 - 19:01
DPRD Kota Batam Gelar Paripurna dengan Tiga Agenda, Wali Kota Amsakar Sampaikan Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan Melalui Mekanisme Kumulatif Terbuka
Batam

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna dengan Tiga Agenda, Wali Kota Amsakar Sampaikan Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan Melalui Mekanisme Kumulatif Terbuka

29 April 2026 - 19:00
Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit
politik

Jenderal Ber-Makeup: Kontroversi Drama China dan Maskulinitas Prajurit

28 April 2026 - 23:59
Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol
politik

Jumhur Hidayat: Menteri Lingkungan Baru Pengganti Hanif Faisol

28 April 2026 - 22:13
Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global
politik

Jakarta-Jeju Jalin Kemitraan Kota Kembar, Pramono: Tingkatkan Kolaborasi Global

28 April 2026 - 17:46
Please login to join discussion
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

BLT Kesra 2026: Jadwal Cair Bansos Rp 900 Ribu

17 Februari 2026 - 04:19
35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

35 Soal Tes Excel: Dasar, Rumus, Fungsi & Jawaban

20 Desember 2025 - 16:45
Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

Woolies Fissler Pan Promo: Worth the Points? My Honest Review

20 Maret 2026 - 14:00
Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

Aussie Porn Blocks Fuel VPN App Surge

10 Maret 2026 - 21:44
Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

Gaji ke-13 PNS, PPPK, dan Pensiunan Cair Juni 2026: Besaran dan Komponen

26 April 2026 - 03:19
Penderitaan Berakhir, Kebahagiaan Dimulai! 4 Shio Ini Akan Alami Perubahan Besar Mulai Senin, 20 April

Penderitaan Berakhir, Kebahagiaan Dimulai! 4 Shio Ini Akan Alami Perubahan Besar Mulai Senin, 20 April

29 April 2026 - 19:28
Jadwal Shalat Purwakarta Hari Ini, Senin April 2026

Jadwal Shalat Purwakarta Hari Ini, Senin April 2026

29 April 2026 - 19:09
DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

29 April 2026 - 19:01
Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

29 April 2026 - 19:01
DPRD Kota Batam Gelar Paripurna dengan Tiga Agenda, Wali Kota Amsakar Sampaikan Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan Melalui Mekanisme Kumulatif Terbuka

DPRD Kota Batam Gelar Paripurna dengan Tiga Agenda, Wali Kota Amsakar Sampaikan Perubahan Perda Pengelolaan Persampahan Melalui Mekanisme Kumulatif Terbuka

29 April 2026 - 19:00

Pilihan Redaksi

Penderitaan Berakhir, Kebahagiaan Dimulai! 4 Shio Ini Akan Alami Perubahan Besar Mulai Senin, 20 April

Penderitaan Berakhir, Kebahagiaan Dimulai! 4 Shio Ini Akan Alami Perubahan Besar Mulai Senin, 20 April

29 April 2026 - 19:28
Jadwal Shalat Purwakarta Hari Ini, Senin April 2026

Jadwal Shalat Purwakarta Hari Ini, Senin April 2026

29 April 2026 - 19:09
DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

DPRD Kota Batam Buka Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026, Sejumlah Pembahasan Ranperda Jadi Fokus Utama

29 April 2026 - 19:01
Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

Jadi Bahan Penyusunan APBD Tahun 2027, Fraksi-fraksi di DPRD Kota Batam Laporkan Hasil Reses dalam Rapat Paripurna

29 April 2026 - 19:01
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2025 batampena.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Batam
    • Kepulauan Riau
      • Tanjungpinang
      • Bintan
      • Karimun
      • Natuna
      • Lingga
  • Nasional
    • pendidikan-dan-pembelajaran
    • Serba-serbi
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Energi & BBM
    • Investasi
    • Keuangan
  • Hukum & Kriminal
    • Hukum
    • kejahatan
  • politik
    • Partai Politik
    • Pemilu
  • Internasional
    • Asia
    • Eropa
    • Amerika
    • Global
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • MotorGP
    • Lainnya
  • Opini
    • Kolom
    • Surat Pembaca
    • Editorial
  • Liputan Khusus
    • Investigasi
    • Human Interest
    • Laporan Mendalam
    • Feature

Copyright © 2025 batampena.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

*By registering into our website, you agree to the Terms & Conditions and Privacy Policy.
All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.