Hilangnya Bak Sampah di Palpalan Pelaihari Picu Keluhan Warga, Potensi Tingkatkan Sampah Berserakan
Kawasan Palpalan, sebuah ruang pedestrian yang menjadi destinasi favorit warga Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, untuk bersantai, kini dilanda keluhan. Hilangnya sejumlah bak sampah di area tersebut dinilai berpotensi memicu peningkatan sampah yang berserakan, lantaran pengunjung kesulitan menemukan tempat pembuangan yang memadai.
Keluhan ini disuarakan oleh Jauhari Alamsyah, seorang warga Pelaihari, yang mengaku prihatin dengan kondisi terkini di Palpalan. Menurutnya, saat ini nyaris tidak terlihat lagi keberadaan bak sampah yang sebelumnya tersebar di sepanjang jalur pedestrian.
“Sebagai warga Tala, saya sangat sering memanfaatkan kawasan Palpalan untuk bersantai. Namun, yang menjadi perhatian utama sekarang adalah tidak adanya bak sampah. Dulu, setiap sekitar 10 meter pasti ada bak sampah, tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Jauhari menekankan betapa pentingnya keberadaan bak sampah, terutama mengingat banyaknya pengunjung yang datang sambil menikmati makanan ringan atau minuman. Tanpa sarana pembuangan sampah yang memadai, pengunjung kerap kali merasa bingung untuk membuang sisa kemasan makanan dan minuman mereka.
Kondisi ini, lanjut Jauhari, sangat berbanding terbalik dengan upaya pemerintah yang terus menerus mengampanyekan kebersihan lingkungan. “Bagaimana kita bisa berharap untuk menciptakan kebersihan jika sarana pendukungnya saja tidak ada? Akhirnya, mau tidak mau ada saja yang membuang sampah sembarangan karena tidak menemukan tempat sampah,” keluhnya.
Ia mengaku secara langsung menyaksikan adanya sampah plastik, gelas minuman, dan bungkus makanan yang ditinggalkan begitu saja oleh pengunjung di beberapa titik di kawasan Palpalan. Jauhari khawatir kondisi ini tidak hanya mengurangi kenyamanan pengunjung, tetapi juga dapat merusak citra kawasan yang kini telah menjadi salah satu ikon ruang publik di pusat Kota Pelaihari.
Oleh karena itu, ia berharap instansi terkait, khususnya yang menangani pengelolaan taman dan lingkungan, dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menambah kembali fasilitas bak sampah di sepanjang area pedestrian. “Palpalan ini sudah menjadi ikon wisata dadakan di tengah kota. Sangat disayangkan jika kebersihannya tidak terjaga hanya karena sarana pendukung tidak tersedia. Kami hanya berharap bak sampah bisa dipasang kembali agar masyarakat lebih mudah menjaga kebersihan,” tuturnya penuh harap.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Husaini, warga Kelurahan Pabahanan. Ia berpendapat bahwa keberadaan bak sampah merupakan fasilitas dasar yang mutlak harus tersedia di setiap ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat. Menurut Husaini, pada dasarnya pengunjung memiliki niat baik untuk menjaga kebersihan, namun mereka membutuhkan akses yang mudah untuk membuang sampah.
Oleh karena itu, ia sangat berharap pemerintah daerah dapat segera merespons keluhan warga dengan menambah kembali bak sampah di kawasan Palpalan. “Jika tempat sampah tersedia, masyarakat juga akan lebih mudah untuk tertib. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian serius agar kawasan Palpalan tetap bersih, nyaman, dan layak menjadi kebanggaan seluruh warga Pelaihari,” tegasnya.
Warga pada umumnya berharap agar keluhan ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, ketersediaan bak sampah dinilai sangat penting untuk mempertahankan daya tarik Palpalan sebagai ruang publik yang selalu ramai dikunjungi masyarakat setiap harinya, terutama pada sore hingga malam hari. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, warga optimis kawasan Palpalan akan terus menjadi ruang rekreasi keluarga yang nyaman sekaligus mencerminkan wajah Kota Pelaihari yang bersih dan tertata rapi.
Tinjauan Lapangan: Ketersediaan Bak Sampah yang Tidak Merata
Pantauan di lokasi pada Selasa (2/6/2026) menunjukkan bahwa bak sampah memang terpantau nyaris tidak ada di pedestrian sisi depan deretan kantor Dinas Kesehatan, Pengadilan Agama, dan Kemenag Tala. Namun, di sisi ujung depan kantor Pengadilan Negeri, masih terdapat satu unit bak sampah.
Sementara itu, di pedestrian yang berada di deretan depan kantor Mall Pelayanan Publik (MPP) Tala atau yang sebelumnya dikenal sebagai eks RSUD Hadji Boejasin, masih terlihat beberapa unit bak sampah. Bak sampah yang ada di area ini merupakan jenis bak sampah tiga kotak pemilahan yang telah dipasang sejak awal pembangunan pedestrian. Akan tetapi, pada masa lalu, bak sampah tersebut tersebar lebih merata di sisi kanan dan kiri pedestrian.
Tanggapan Dinas Terkait: Akan Segera Ditertibkan
Menanggapi informasi mengenai keluhan warga, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala, Gusti Dwi Erzandi Kasuma, menyatakan akan segera menindaklanjuti hal tersebut. Ia mengaku terkejut dengan informasi ini, mengingat pihaknya pernah menempatkan bak sampah di kawasan Palpalan, meskipun ia mengakui masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan.
Di sisi lain, Erzandi juga menyoroti minimnya kepedulian dari kalangan pedagang yang beraktivitas di Palpalan. Ia menilai beberapa di antaranya terkesan kurang peduli atau bahkan masa bodoh terhadap kebersihan lingkungan. “Kalau saja semua peduli, saya pastikan tidak akan ada sampah yang berserakan bekas jualan,” ujarnya.
“Insha Allah, akan segera kami tertibkan lagi dalam waktu dekat,” tegas Erzandi, memberikan jaminan bahwa permasalahan ini akan segera mendapatkan penanganan.












