, Labuan Bajo — Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga merupakan warga negara asing (WNA) asal Spanyol, korban kecelakaan laut kapal KM Putri Sakinah yang tenggelam di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penemuan tersebut terjadi pada hari ke-10 operasi pencarian, Minggu, 4 Januari 2026, sejak kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan tersebut pada 26 Desember lalu. Hingga saat ini, empat WNA Spanyol dilaporkan menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa pencarian dilakukan dengan metode penyisiran pulau-pulau terdekat, pemanfaatan sonar, serta operasi penyelaman.
“Tim SAR Gabungan hari ini melaksanakan pencarian tiga WNA Spanyol yang memasuki hari kesepuluh, dengan melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat, penurunan sonar serta penyelaman,” ujar Fathur Rahman.
Pada pukul 08.47 WITA, lanjut Fathur, Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM. Jenazah tepatnya ditemukan tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT di koordinat 8°36’32.58″ LS – 119°36’32.22″ BT, atau sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal tenggelam.
Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa, kemudian dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo untuk selanjutnya dilakukan proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
“Jenazah akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo,” kata Fathur.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI, Polri, KSOP, BPBD, Balai Taman Nasional Komodo, Imigrasi, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional.
Selain personel, operasi SAR juga didukung oleh 18 unit alat utama (alut), termasuk kapal SAR, rigid inflatable boat (RIB), speed boat patroli, serta peralatan pencarian bawah air seperti sonar dua dimensi, multi beam sonar, drone bawah laut, dan drone thermal.
Operasi pencarian akan terus dilanjutkan sesuai dengan evaluasi harian Tim SAR Gabungan, dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Taman Nasional Komodo.***


















