Pasar Takjil Ramadan di Mojokerto: Antusiasme Warga dan Dorongan Ekonomi Lokal
Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil, aneka hidangan manis dan gurih yang disiapkan untuk berbuka puasa. Di Kota Mojokerto, Jawa Timur, tradisi ini semakin hidup dengan adanya pasar takjil yang ramai dikunjungi. Kawasan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, menjadi salah satu titik favorit warga untuk “ngabuburit” sembari mencari menu berbuka.
Meskipun sempat diguyur hujan pada Minggu sore, antusiasme pengunjung tidak surut. Pasar takjil ini dipadati oleh warga lokal maupun dari luar kota, menunjukkan daya tarik kuliner Ramadan yang kuat di daerah tersebut.
Lokasi Favorit Perburuan Takjil
Terdapat beberapa lokasi strategis yang menjadi jujukan utama para pemburu takjil di Mojokerto. Tiga di antaranya yang paling banyak diminati adalah:
- Pasar Dadakan Jalan Raya Suromulang: Lokasi ini menawarkan berbagai macam jajanan dan hidangan yang menggugah selera, menjadi pilihan utama bagi banyak pengunjung.
- Jalan Raya Surodinawan: Kawasan ini juga ramai dengan pedagang takjil, menawarkan suasana yang meriah dan beragam pilihan kuliner.
- Pasar Takjil Ramadan Pasar Ketidur, Prajurit Kulon: Pasar ini secara khusus diselenggarakan selama sepekan penuh, memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati ragam takjil.
Berkah Ramadan bagi Para Pedagang
Bagi para pedagang takjil, momen Ramadan adalah berkah tersendiri. Rani (25), seorang warga Kelurahan Blooto, Kota Mojokerto, mengaku merasakan peningkatan antusiasme pengunjung pada Ramadan tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. “Pengunjungnya lebih ramai tahun ini, kalau tahun lalu sepi karena hujan terus,” ujarnya.
Rani, yang telah berjualan aneka jajanan selama sembilan tahun, termasuk takoyaki dengan berbagai varian rasa, merasakan omzetnya naik drastis selama bulan puasa. “Setiap tahun Ramadan kita selalu jualan di sini, ini sudah tahun ke-7. Rata-rata selalu ramai, karena memang sudah menjadi jujukan untuk mencari takjil di Kota Mojokerto,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa cuaca memegang peranan penting dalam keramaian pasar takjil. Kondisi cuaca yang stabil, tanpa hujan yang terlalu sering, sangat mempengaruhi jumlah pengunjung. “Pasti ramai asalkan tidak hujan, sekarang rata-rata stabil karena hujannya tidak terlalu sering,” tuturnya.
Pengalaman Seru Berburu Takjil
Pasar Takjil Ramadan di kawasan Pasar Rakyat Ketidur, Prajurit Kulon, menawarkan pengalaman berburu kuliner khas Ramadan yang tak terlupakan. Pasar ini berlangsung selama sepekan, dimulai dari tanggal 26 Februari hingga 4 Maret 2026, buka setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan dan minuman yang cocok untuk berbuka puasa, menciptakan suasana yang meriah dan penuh kebersamaan.
Peran Pemerintah dalam Mendukung Ekonomi Rakyat
Pemerintah Kota Mojokerto, melalui Wali Kota Ika Puspitasari, menjadikan Pasar Takjil Ramadan sebagai salah satu upaya strategis untuk mendorong ekonomi kerakyatan. Selain itu, pasar ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.
“Pasar takjil ini kami hadirkan kembali sebagai ruang interaksi warga, wadah pelaku UMKM dan sarana syiar Ramadan yang menggembirakan. Kami ingin suasana Ramadan di Kota Mojokerto terasa hidup dan penuh kebersamaan,” ujar Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.
Lebih lanjut, Ning Ita menjelaskan bahwa Pasar Takjil Ramadan 2026 akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Rangkaian acara ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan yang akan diselenggarakan meliputi:
- Lomba Patrol dan Bedug: Melibatkan berbagai jenjang pendidikan mulai dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, hingga perwakilan Karang Taruna.
- Bazar Koperasi Kelurahan Merah Putih: Memberikan kesempatan bagi koperasi untuk menampilkan produk dan layanannya.
- QRIS Racing dari Bank Indonesia: Sosialisasi dan edukasi mengenai penggunaan pembayaran digital.
- Bazar Makanan dan Minuman: Menawarkan berbagai pilihan kuliner yang beragam.
- Pasar Murah: Menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
- Wahana Permainan Keluarga: Menambah semarak suasana dengan hiburan untuk seluruh anggota keluarga.
“Kita ingin pelajar, pemuda, UMKM, dan koperasi semuanya terlibat, wujud gotong royong semangat ekonomi kerakyatan,” tandas Ning Ita, menekankan pentingnya kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat dalam memeriahkan Ramadan sekaligus menggerakkan roda perekonomian lokal.




















