Memulihkan Ekonomi: Kunci Stabilitas Sosial dan Politik
Kondisi ekonomi yang membaik terbukti memiliki dampak signifikan terhadap stabilitas sosial dan politik. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menekankan bahwa ketika perekonomian tumbuh dan lapangan kerja tersedia luas, masyarakat cenderung lebih fokus pada upaya mencari nafkah daripada terlibat dalam aksi demonstrasi. Pernyataan ini menggarisbawahi hubungan erat antara kesejahteraan ekonomi dan ketenangan sosial.
Sejak September lalu, pemerintah telah menginisiasi serangkaian langkah strategis untuk menggerakkan kembali mesin pertumbuhan ekonomi. Upaya ini melibatkan kombinasi kebijakan yang terintegrasi dari sektor fiskal, moneter, dan sektor riil. Purbaya menjelaskan bahwa berbagai instrumen kebijakan tersebut dioptimalkan untuk menciptakan momentum pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.
Strategi Fiskal yang Agresif
Dari sisi kebijakan fiskal, Kementerian Keuangan mengambil peran proaktif dengan mendorong percepatan realisasi belanja pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tujuannya adalah agar dana yang dialokasikan dapat segera terserap ke dalam sistem perekonomian, memicu aktivitas ekonomi, dan memberikan stimulus bagi masyarakat serta dunia usaha.
Purbaya mengakui bahwa akselerasi belanja ini tidak selalu berjalan mulus dan sempat menuai berbagai tanggapan, termasuk kritik. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk memastikan bahwa anggaran negara dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat waktu.
- “Sektor fiskal kita gebrak-gebrak tuh kementerian, lembaga yang lain. Yang sebagian marah ke saya, juga pemda-pemda supaya belanja tepat waktu.”
- “Mereka jalankan, walaupun mereka marah, tapi mereka jalankan tugas mereka dengan baik.”
Upaya percepatan belanja ini, menurut Purbaya, berhasil memperlancar transisi aliran dana dari pemerintah pusat dan daerah menuju masyarakat dan sektor bisnis. Hal ini menciptakan efek berganda yang mempercepat pemulihan ekonomi secara keseluruhan.
Penguatan Likuiditas dan Pertumbuhan Kredit
Selain percepatan belanja, pemerintah juga mengambil langkah signifikan dengan mengalihkan dana sebesar Rp 200 triliun ke sektor perbankan. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong pertumbuhan kredit. Meskipun sempat memicu skeptisisme dari berbagai pihak, Purbaya meyakini bahwa keputusan ini sangat tepat.
- “Orang bilang, ada banyak yang skeptis. Apa manfaatnya? Yaitu menambah agensi sistem perekonomian sehingga kredit bisa tumbuh lebih cepat.”
Purbaya mengklaim bahwa kebijakan penguatan likuiditas ini berhasil membalikkan arah perekonomian secara signifikan pada akhir triwulan tahun lalu. Salah satu indikator keberhasilannya adalah meningkatnya kontribusi sektor swasta sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
- “Itu juga membalik arah ekonomi dengan signifikan dan menambah kontribusi mesin pertumbuhan dari private sector.”
- “Jadi fiskal kita dorong, moneter kita dorong, private kita dorong juga. Itu yang membalikkan arah ekonomi kita di akhir triwulan tahun lalu.”
Bukti Nyata: Menurunnya Gelombang Demonstrasi
Purbaya kemudian mengaitkan perbaikan kondisi ekonomi dengan menurunnya intensitas aksi demonstrasi. Ia mengingatkan kembali pernyataannya saat awal menjabat, di mana ia memprediksi bahwa perbaikan ekonomi akan meredam gejolak sosial.
- “Nah, Anda sekarang sudah bersenang-senang kan. Mana ada yang demo, enggak ada lagi kan?”
- “Waktu saya bilang, waktu saya dilantik, nanti kalau ekonomi bagus juga yang demo juga gak turun ke jalan. Saya dimaki-maki orang, ini orang gak ngerti perasaan masyarakat.”
Ia berpendapat bahwa banyak kritik yang dilontarkan pada saat itu belum mempertimbangkan dampak ekonomi terhadap stabilitas sosial dan politik. Kondisi saat ini, menurutnya, menjadi bukti empiris bahwa pemulihan ekonomi memiliki korelasi langsung dengan situasi sosial yang lebih kondusif, ditandai dengan minimnya aksi demonstrasi.
- “Saya bilang kan, kalau ekonominya bagus, mereka gampang cari kerja. Mereka akan sibuk cari kerja, ngapain demo, capek.”
Keberhasilan membalikkan arah ekonomi melalui pengaktifan berbagai pilar pertumbuhan, lanjut Purbaya, telah menghasilkan dampak positif yang nyata pada stabilitas sosial.
- “Ini yang terjadi sekarang. Tiba-tiba demo hilang. Karena kita berhasil membalik arah ekonomi dengan mengaktifkan pilar-pilar pertumbuhan ekonomi kita.”
- “Dan ini akan kita teruskan ke depan.”
Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan strategi ini guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menjaga stabilitas sosial serta politik di Indonesia.




















