Meningkatkan Kesadaran Keselamatan Kelistrikan Sejak Dini: PLN Mengedukasi Siswa SMAN 21 Makassar
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mengambil langkah proaktif dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan di kalangan generasi muda. Melalui program inovatif yang bertajuk “PLN Goes To School”, kegiatan sosialisasi intensif digelar di SMAN 21 Makassar pada hari Jumat, 13 Februari 2026. Program ini secara khusus berfokus pada edukasi keselamatan kelistrikan dalam situasi darurat, terutama ketika bencana banjir melanda. Tujuannya jelas: menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan listrik sejak usia sekolah.
Kegiatan ini bukan sekadar sesi ceramah biasa. PLN UIP Sulawesi berkolaborasi erat dengan tim Katimbang Siaga Bencana (KSB) Kelurahan Katimbang untuk memberikan literasi kebencanaan yang komprehensif kepada para pelajar. Pendekatan interaktif menjadi kunci utama, memastikan materi tersampaikan dengan efektif dan mudah dipahami oleh siswa-siswi.
Materi Edukasi Komprehensif untuk Keselamatan Optimal
Selama sesi sosialisasi, para siswa mendapatkan paparan mendalam mengenai berbagai aspek krusial terkait keselamatan ketenagalistrikan, terutama dalam konteks bencana. Materi yang disajikan mencakup:
- Potensi Bahaya Listrik Saat Banjir: Siswa diajak memahami bagaimana air dapat menjadi konduktor listrik yang berbahaya, meningkatkan risiko sengatan listrik saat banjir. Penjelasan mendalam diberikan mengenai sumber-sumber bahaya yang mungkin tidak disadari, seperti kabel yang terendam atau peralatan listrik yang rusak akibat terendam air.
- Prosedur Mematikan Aliran Listrik Saat Terjadi Genangan: Pemahaman mengenai langkah-langkah konkret untuk mengamankan diri dan lingkungan saat terjadi genangan air menjadi prioritas. Siswa diajarkan cara mengidentifikasi panel listrik utama dan prosedur yang benar untuk memutus aliran listrik secara aman, guna mencegah insiden yang tidak diinginkan.
- Larangan Menyentuh Peralatan Listrik dalam Kondisi Basah: Edukasi tegas diberikan mengenai bahaya fatal menyentuh sakelar, stop kontak, atau peralatan listrik lainnya saat tangan atau tubuh dalam keadaan basah. Prinsip dasar konduktivitas air dan listrik dijelaskan agar siswa benar-benar memahami risiko yang dihadapi.
- Standar Instalasi Listrik yang Aman dan Prosedur Pelaporan Bahaya: Selain tindakan pencegahan saat darurat, siswa juga diperkenalkan pada konsep instalasi listrik yang aman. Pemahaman mengenai pentingnya standar keamanan dalam pemasangan kabel, penggunaan perangkat proteksi, serta bagaimana melaporkan potensi bahaya listrik kepada pihak berwenang menjadi bagian integral dari materi.
Komitmen PLN untuk Ketangguhan Masyarakat
General Manager PLN UIP Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, menegaskan bahwa kegiatan edukasi semacam ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen PLN dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap bencana. “Kami tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur kelistrikan yang andal, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat. Edukasi yang dimulai sejak dini adalah kunci agar manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal tanpa mengesampingkan aspek keselamatan yang paling fundamental,” ujar Wisnu. Ia menambahkan bahwa program ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya keselamatan dalam memanfaatkan energi listrik.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Sambutan positif datang dari pimpinan SMAN 21 Makassar. Kepala Sekolah, Drs. A.R. Subandi, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PLN. Beliau menilai pemahaman yang diberikan sangat bermanfaat bagi para siswa. “Wawasan ini sangat berharga bagi siswa agar mereka menjadi lebih waspada dan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan cepat dan tepat ketika situasi darurat terjadi di lingkungan mereka masing-masing, baik di rumah maupun di sekolah,” ungkapnya.
Drs. A.R. Subandi menambahkan, “Program ini telah memberikan dimensi baru dalam pemahaman kami. Keselamatan kelistrikan bukanlah semata-mata tanggung jawab teknis dari PLN, melainkan juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap individu. Kami sangat berharap kegiatan edukatif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di masa mendatang.”
Melalui program PLN Goes To School dan kolaborasi dengan tim siaga bencana, PLN UIP Sulawesi berupaya keras untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dan kesadaran yang mereka butuhkan untuk menghadapi potensi bahaya listrik. Diharapkan, para siswa ini kelak dapat menjadi agen perubahan yang efektif, menyebarkan budaya keselamatan ketenagalistrikan di lingkungan keluarga dan masyarakat luas, menciptakan ekosistem yang lebih aman dan tangguh terhadap berbagai ancaman, termasuk bencana alam.



















